Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Ponpes Benteng Terkokoh NKRI

Berita Utama
Ponpes Benteng Terkokoh NKRI

PKBNews - PONDOK pesantren (ponpes) telah terbukti menjadi benteng terkokoh dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari pemahaman keagamaan yang ekslusif dan ekstrimis.

"Khazanah keilmuan pesantren telah terbukti menjadi benteng terkokoh dalam menjaga NKRI dari pemahaman keagamaan yang eksklusif dan ekstremis," kata Wakil Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) KH Maman Imanulhaq, Senin (19/6/2017).

Maman berkata, semua itu berkat upaya ulama dan karyanya, ponpes mampu menjadi benteng bagi Indonesia dari paham ekstrimis. Ketua Lembaga Dakwah PBNU itu menjabarkan, salah satu kitab yang populer yang banyak dikaji oleh ulama dan tokoh-tokoh agama adalah kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazaliath-ThusiAsy-Syafi’i (Imam Al Ghozali).

"Jika tradisi (al-turâts) khas atau khazanah kejiwaan (makhzun al-nafs) yang dimiliki pesantren telah melahirkan pemikiran yang progresif-transformatif dalam upaya membangun masyarakat," katanya.

Menurut Maman, ponpes acapkali bersifat fleksibel dan toleran sehingga jauh dari watak radikal, apalagi ekstrem dalam menyikapi masalah sosial, politik, maupun kebangsaan.

"Pesantren mampu menjembatani problem keotentikan dan kemodernan (musykilah al-ashalah wa al-hadatsah) secara harmonis," ucapnya.

Tradisi ini, ungkap Pengasuh Ponpes Al-Mizan ini, harus mampu terus eksis memperjuangkan tujuan dasar Syariat Islam (maqâshid al-syari‘at), yakni menegakkan nilai dan prinsip keadilan sosial, kemaslahatan umat manusia, kerahmatan semesta, dan kearifan lokal.

"Syariat Islam yang dimaksud, sejalan dengan kehidupan demokrasi dan mencerminkan karakter genuine kebudayaan Indonesia sebagai alternatif dari tuntutan formalisasi Syariat Islam yang kaffah pada satu sisi, dengan keharusan menegakkan demokrasi dalam nation-state Indonesia pada sisi lain," ujarnya.