Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

PKB Gunakan Medsos untuk Kemaslahatan Umat

Berita Headline
PKB Gunakan Medsos untuk Kemaslahatan Umat

PKBNews - KETUA Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar tegaskan warga PKB mendukung dan berkomitmen menggunakan media sosial (medsos) dengan bijak dan bermaslahan bagi umat.

"Warga PKB berpendapat media sosial harus digunakan sebagai medium menyebarkan semangat 'hubbul wathan minal iman'," tegas pria yang memiliki sapaan merakyat Cak Imin itu, Rabu (9/8/2017).

Kata Cak Imin, semangat 'hubbul wathan minal iman' (mencintai Tanah Air bagian dari iman) yang dicetuskan KH Hasyim Hasyh'ari sejalan dengan imbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bijak menggunakan medsos.

"Semangat (mencintai Tanah Air bagian dari iman) merupakan semboyan dicetuskan KH Hasyim Asyh'ari terus digelorakan PKB. Baik dalam setiap kegiatan maupun bermedsos. Bagi warga PKB bermedsos bukan untuk siar ketidakbenaran atau kebencian," katanya.

Cak Imin menuturkan, warga PKB memiliki semangat menyebarkan Islam rahmatan lilalamin dalam bermedsos. Apalagi dalam setiap interaksi di internet, komputer kini dapat memprediksi tingkah gerak-gerik pengguna.

"Bahkan pemerintah (negara manapun) dapat mengawasi gerak gerik seseorang dalam tiap interaksi di media sosial. Di era digital ini kita hidup dengan konsekuensi dari dua kekuatan yang saling berkaitan," ucapnya.

Cak Imin mengingatkan mereka-mereka yang hendak menggunakan medsos sebaiknya dipikirkan masak-masak terlebih dahulu apa yang akan dilakukan. Sebab, dalam kehidupan digital, kehidupan sekarang ini punya digital signature.

"Jangan macam-macam di media sosial. Kemana kita makan, belanja, wisata, ke siapa bertelepon, berkirim email dan teks, terekam jejaknya dan tak terhapus," katanya.

Jadi, lanjut Cak Imin, generasi saat ini merupakan generasi manusia pertama yang punya catatan hidup tak dihapus. Kekuatan selanjutnya, adalah Big Data. Jadi kudu hati-hati menuangkan ekspresi ke medsos.

"Kita bisa terkejut bila pemerintah punya data kuantitas yang masif setiap digital signature warganya. Pemerintah bisa tahu digital signature kita, mulai panggilan telepon, email dan pencarian di internet kita lakukan," ujarnya.

Cak Imin menambahkan, memang pemerintah tidak mantengin (monitoring) kegiatan warganya. Tapi bila ada sesuatu, mudah dicari sesuatu yang berkaitan dengan orang tersebut.

"Jadi bijak gunakan media sosial dan siapapun yang punya Big Data tak boleh sewenang mencegah ekspresi orang di media sosial selama baik," tandasnya.