Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Pimpinan DPR Sebaiknya Perbaiki Citra Parlemen

Berita Parlemen
Pimpinan DPR Sebaiknya Perbaiki Citra Parlemen
PKBNews– KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Ketua DPR RI, Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP. Hal ini cukup mengagetkan banyak pihak. Sebagian diantaranya menilai kasus yang membelit pria yang akrab disapa Setnov itu telah mencoreng nama baik parlemen Indonesia.
 
Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Lukman Edy meyakini akan ada pengaruh dengan ditetapkannya Setnov sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.
 
Menurut Lukman, langkah yang harus segera dilakukan oleh pimpinan DPR RI saat ini adalah memperbaiki citra lembaga perwakilan rakyat tersebut di mata publik.
 
“DPR pasti ada pengaruh, pengaruh besar terhadap kepemimpinan DPR, DPR harus melakukan recovery secara cepat untuk menimbulkan image baik terhadap perfoma DPR. Itu tergantung empat pimpinan lain,” kata Lukman Edy di Jakarta, Rabu (19/7/2017).
 
Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Penyelenggaraan Pemilu ini menambahkan, langkah pimpinan DPR dengan memperbaiki citra di mata publik bersifat mutlak dan harus segera dilakukan. Jika tidak, dia khawatir nanti akan muncul ketidakpercayaan dari masyarakat terhadap DPR.
 
“Jadi ini tergantung pimpinan lain Pak Fadli (Zon), Pak Fahri (Hamzah), dan Pak Taufik (Kurniawan). Pimpinan yang sekarang memimpin DPR punya langkah strategis apa untuk recovery DPR,” lanjut Lukman.
 
Seperti diketahui, Setnov menyatakan tetap akan menjalankan tugas Ketua DPR meski berstatus tersangka kasus dugaan korupsi.
 
Dalam Pasal 87 ayat 1 UU MD3 diatur bahwa Pimpinan DPR berhenti dari jabatannya karena meninggal dunia, mengundurkan diri atau diberhentikan.
 
Jika pimpinan DPR terjerat kasus pidana, dalam ayat 2 huruf c diatur pemberhentian bisa dilakukan ketika dinyatakan bersalah dalam putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap karena melakukan pidana dengan ancaman penjara lima tahun atau lebih.