Pesan Cak Imin: Bang Muhyiddin Patut Diteladani

Berita Headline
Pesan Cak Imin: Bang Muhyiddin Patut Diteladani
PKBNews - KELUARGA Besar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) kehilangan seorang yang memiliki integritas dan patut diteladani.  
 
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin (10/4/2017) malam. Muhyiddin meninggal dunia pada usia 66 tahun.
 
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Abdul Muhaimin Iskandar pun tidak kuasa menahan duka. Diketahui, Muhyiddin juga pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Besar PMII sebelum Muhaimin.
 
“Selamat jalan Bang Muhyidin, kesabaran dan kesungguhanmu merawat NU adalah teladan kami,” kata Muhaimin Iskandar, Selasa (11/4/2017).
 
Muhyiddin Arubusman adalah tokoh NU dari Indonesia timur. Ia lahir di Ende, Nusa Tenggara Timur 24 April1951. Saat menjabat Sekjen PBNU, Muhyiddin banyak melakukan penataan jam’yah keliling Nusantara. Begitu juga saat menjabat Sekretaris Dewan Syuro PKB.
 
Masa mudanya ia aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dan pernah menjadi ketua umumnya pada periode 1981-1985.
 
Muhyiddin juga dikenal sebagai salah satu dari sembilan perumus Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII yang menjadi ruh perjuangan kader hingga saat ini pada tahun 1985.
 
Para perumus tersebut adalah Wahiduddin Adams, Ahmad Bagdja, Mohamad Rodja, Abdul Azis, Ismail Umri, Idrus Marham Putra, Muhaemin RD, serta Suherman HS. 
DEWAN PENGURUS PUSAT
PARTAI KEBANGKITAN BANGSA
JL. Raden Saleh No 9 Jakarta Pusat 10430
Telp : 021-3145328 FAX : 021-3145329
Email :
MEDIA CENTER DPP PKB
Situs resmi Partai Kebangkitan Bangsa.
Jika ingin berpartisipasi, silakan
Kirim artikel / Foto ke email:
© 2016 PARTAI KEBANGKITAN BANGSA | All Rights Reserved.