Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Pemerintah Harus Terus Hadir dan Memastikan Stabilitas Dunia Pertanian

Berita Headline
Pemerintah Harus Terus Hadir dan Memastikan Stabilitas Dunia Pertanian

PKBNews - PEMERINTAH harus terus hadir dan memastikan stabilitas dunia pertanian Tanah Air. Sebab, pertanian merupakan tulang punggung perekonomian bangsa disamping kelautan dan perikanan.

"Pertanian adalah sektor penting di Indonesia, karena pertanian merupakan tulang punggung perekonomian bangsa, disamping kelautan dan perikanan. Untuk itu, pemerintah harus terus hadir dan memastikan stabilitas dunia pertanian di Tanah Air," tegas Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar dihadapan petani di Kampung Sutam RT 03/RW 04 Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Sabtu (5/8/2017).

Pria yang kerap disapa Cak Imin itu bangga sekaligus senang, karena silaturrhaim yang baru pertama pertama kali digelar ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat pertanian. Ia berharap silaturahim ini berdampak positif bagi kemajuan pertanian Indonesia.

"Ini pertama kali reses Anggota F-PKB DPR RI dan DPRD berkumpul berama, semoga menjadi keberkahan untuk kita semua yang hadir pada hari ini," katanya.

Cak Imin mengaku bersyukur karena koordinasi antara Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian berjalan dengan sangat baik.

"Walaupun Pak Amran selaku Menteri Pertanian pernah melayangkan protes ke saya, kok Pak Daniel Johan, Wakil Ketua Komisi IV keras banget. Saya sampaikan ke Pak Amran bahwa sikap Pak Daniel itu semata-mata demi kebaikan petani dan kita bersama," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Cak Imin mendesak pemerintah agar tidak hanya memikirkan kemandirian dan ketahanan hasil pertanian saja, tapi harus meningkatkan diri pada cita-cita kedaulatan pangan. Diskusi panjang dengan sejumlah pakar ekonomi selama ini, tutur Cak Imin, Indonesia memang harus melompat kepada kedaulatan pangan.

"Harga jual hasil pertanian harus tetap tinggi, harga pasaran konsumen tetap rendah, ini harus kita dukung supaya petani kita tidak pernah rugi lagi," katanya.

Cak Imin berkata, betapa beban petani semakin berat, apalagi mereka masih harus dibebani PPN 10 persen, seperti yang dialami petani tebu beberapa waktu lalu. Begitu mereka dibebani dengan pajak itu, kata Cak Imin, tentu biaya produksi dan biaya jual tidak mencukupi.

"Saya langung lapor Presiden dan bu Sri Mulyani, kalau ada kebijakan yang membuat petani rugi, maka negara akan rugi, kalau ada petani menderita, maka negara juga akan menderita menghadapi rasa pedih dan getirnya hidup ini," ucapnya.

Cak Imin berharap pemerintah mempertahankan subsidi bagi petani di Indonesia. Pasalnya, di Amerika saja negara yang paling kapitalis itu tidak menghapus subsidi, apalagi Indonesia.

"Bagi PKB subsidi tidak boleh dihapus buat pertanian," katanya.

Pada kesempatan itu, F-PKB DPR RI juga menyerahkan sejumlah quota aspirasi yang didapat pada APBN 2017 ini berupa alsintan roda empat sebanyak 10 unit, traktor roda dua 140 unit, pompa air 140 unit, kultivator 25 unit, combine harvaster 1 unit, power trasher 6 unit, dan rice trasplaster 10 unit.