Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Menaker Optimistis Gaji TKI Naik

Berita Utama
Menaker Optimistis Gaji TKI Naik

Jakarta - MENTERI Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengusulkan dan memperjuangkan agar gaji Tenaga Kerja Indonesia (TKI) naik. Bahkan, Hanif optimistis usulannya akan disambut baik oleh pihak Malaysia.

"Kita tetap optimis dapat meningkatkan gaji TKI yang bekerja di Malaysia secara optimal. Bahkan selama ini di lapangan TKI standar gaji TKI kita rata-rata sudah mencapai 1.008 ringgit, termasuk upah lembur kerja pada hari libur," kata M Hanif Dhakiri di Jakarta, Jumat (2/10/2015).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan bahwa akan tetap memperjuangkan besaran gaji 1.200 ringgit agar kesejahteraan para TKI meningkat. Tak hanya itu, Hanif juga akan tetap memperjuangkan agar semua biaya penempatan bisa ditanggung pengguna/majikan.

"Soal negosiasi kenaikan gaji TKI menjadi salah satu prioritas dalam pertemuan bilateral kemarin. Kita tetap minta gaji TKI menjadi 1.200 ringgit agar kesejahteraan dan perlindungan TKI di sana semakin meningkat," kata Menaker dalam keterangan pers Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta, Jumat.

Kendati demikian, Hanif mengatakan bahwa usulan kenaikan gaji tersebut belum disetujui secara langsung oleh pemerintah Malaysia.

"Meskipun secara prinsip Malaysia menyetujui adanya kenaikan gaji TKI, namun besaran kenaikannya belum mencapai kata sepakat," kata Hanif.

Dikatakan, pembahasan soal kenaikan gaji ini akan dilanjutkan dalam pertemuan "Joint Working Group" ke-11 yang rencananya digelar di Jakarta pada 15-16 Oktober 2015.

Hanif memimpin pertemuan delegasi Indonesia dengan delegasi Malaysia yang dipimpin Wakil Perdana Menteri Malaysia yang juga Menteri Dalam Negeri Malaysia Dato Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi di Kuala lumpur, Malaysia, Kamis (1/10) lalu.

Pemerintah Indonesia selalu meminta kenaikan upah minimum TKI PLRT agar bisa segera direalisasikan secara formal.

Kenaikan gaji itu juga diharapkan akan mendorong jumlah penempatan TKI prosedural dan mengurangi TKI nonprosedural yang masuk dan bekerja di Malaysia.

"Negosiasi soal gaji masih terus berjalan dan belum mencapai kata sepakat. Tapi secara prinsip Malaysia menyetujui adanya kenaikan gaji TKI, namun besarannya belum disepakati dan akan dibicarakan dalam pertemuan JWG," tandas Menaker.