Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Hentikan Perkawinan Usia Dini

Berita Utama
Hentikan Perkawinan Usia Dini

PKBNews - KENDATI belum ada penelitian ilmiah yang secara gamblang menerangkan bahwa perkawinan usia dini berkorelasi langsung dengan kematian ibu dan anak, Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) Nihayatul Wafiroh ngotot memaksa masyarakat menghentikan perkawinan usia dini.

"Saya belum menemukan penelitian ilmiah yang mengkorelasikan antara pernikahan dini dan kematian ibu serta anaknya. Tapi temuan saya di beberapa tempat sudah dapat menggambarkan bahwa perkawinan dini berkorelasi secara langsung dengan kematian ibu serta anaknya," katanya, Selasa (18/4/2017).

Nihayah menjelaskan, pada wilayah yang grafik angka perkawinan dini tingggi maka angka kematian ibu dan bayinya juga sangat tinggi. Informasi itu didapatnya saat melakukan kunjungan ke rumah sakit untuk melihat ruang perawatan intensif bagi bayi yang baru lahir dan anak-anak.

"Jadi jelas ada korelasi antara perkawinan usia anak dengan kesehatan ibu setelah melahirkan dan bayi baru lahir serta anak-anak. Itu saya temukan di daerah pemilihan saya sendiri di Situbondo. Angka perkawinan usia anak tinggi, angka pasien bayi dan anak yang dirawat di ruang perawatan intensif juga tinggi," kata wanita yang biasa dipanggil Ninik itu.

Ninik menambahkan, pernikahan dini juga berkaitan erat dengan persoalan psikologi sang ibu yang masih masuk kategori anak-anak dan belum siap menikah serta memiliki anak.

"Ketidak siapannya itu menyebabkan si ibu rentan terserang penyakit. Saya mendukung program yang dikampanyekan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), bahwa usia yang tepat bagi laki-laki maupun perempuan untuk menikah minimal 21 tahun," katanya.