Duta Besar Saudi Arabia Minta Masyarakat Bersabar

Berita Utama
Duta Besar Saudi Arabia Minta Masyarakat Bersabar

Jakarta - DUTA Besar Kerajaan Saudi Arabia, Musthafa Ibrahim Al-Mubarak memastikan Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia terus melakukan penyelidikan atas tragedi Mina yang menewaskan ratusan jemaah haji. Ia mengharap seluruh pihak yang berkepentingan mau sedikit bersabar menanti hasil investigasi yang dilakukan pemerintahannya.

"Saya minta semua pihak bersabar menunggu hasil investigasi yang dilakukan pemerintah. Kita pastikan hasilinvestigasi akan dibuka ke publik begitu sudah mendapatkan hasil," katanya saat menjadi narasumber diskusi publik tentang Tragedi Mina sebagai Momentum Menata Ulang Penyelenggaraan Haji, di Aula Gusdur, kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis (1/10/2015).

Yang jelas, ungkap Musthafa, pihaknya disudutkan seluruh pemberitaan media asing. Semua yang mereka beritakan fitnah dan menyesatkan. Ia mengingatkan, Kerajaan Saudi Arabia juga pernah mengalami fitnah pada tahun 2014 lalu. Dimana, media asing memberitakan bahwa pihak Kerajaan Saudi Arabia akan memindahkan makam Nabi Muhammad.

"Sekarang pun kami kena fitnah. Karenanya bersabarlah sampai diumumkannya hasil investigasi pemerintah kami," katanya.

Menurut Musthafa, fitnah menyesatkan itu sesungguhnya dilakukan untuk mendiskreditkan Kerajaan Saudi Arabia dalam penyelenggaraan haji. Mulai kekeliruan penyelenggaraan haji hingga mondar-mandirnya putra mahkota Kerajaan Saudi Arabia.

"Saya berharap masyarakat Indonesia tidak mudah termakan isu atau fitnah yang mendiskriditkan pemerintahan kami," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar sepakat bahwa tragedi Mina bukan untuk mencari kesalahan melainkan justru harus dijadikan momentum menata ulang menyelenggarakan haji mendatang.

"Ketidaktertiban para jamaah haji (seluruh dunia termasuk Indonesia) juga bisa menjadi bagian dari penyebab terjadinya tragedi itu. Tapi bukan saling mencari kesalahan itu, yang penting perbaikan ke depannya," katanya.

Sementara Anggito Abimanyu, mantan Dirjen Haji-Umroh Kemenag RI, mengungkapkan pengalamannya demi menghindari penumpukan melontar (batu) di Jamarat, setelah Wukuf Arafah, pada 10 Dzulhijah.

"Ada beberapa solusi mengatasi itu demi kenyamanan jamaah haji, di antaranya kesepakatan dengan negara-negara lain untuk mengatur bersama," ujarnya seraya mencontohkan giliran melontar jumroh, petugas haji dilarang berhaji.

DEWAN PENGURUS PUSAT
PARTAI KEBANGKITAN BANGSA
JL. Raden Saleh No 9 Jakarta Pusat 10430
Telp : 021-3145328 FAX : 021-3145329
Email :
MEDIA CENTER DPP PKB
Situs resmi Partai Kebangkitan Bangsa.
Jika ingin berpartisipasi, silakan
Kirim artikel / Foto ke email:
© 2016 PARTAI KEBANGKITAN BANGSA | All Rights Reserved.