Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Dana Desa untuk Bangun Jalan, Jembatan dan Infrastruktur Desa

Berita Utama
Dana Desa untuk Bangun Jalan, Jembatan dan Infrastruktur Desa
PKBNews - DANA desa yang disalurkan selama 2016 telah membangun 51.000 kilometer jalan desa di seluruh Indonesia.
Selain itu, dana desa juga telah membangun 412 ribu meter jembatan, 31 ribu unit MCK, dan 15.943 unit pengolahan air bersih yang dibangun oleh masyarakat desa.
 
"Selain itu dana desa yang disalurkan pada 2016 juga telah membangun 9.727 sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 5.485 posyandu, dan 2.448 polindes," kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo di Jakarta, belum lama ini.
 
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini mengatakan bahwa untuk sektor pertanian, sebanyak 11.626 sumur dibangun di desa daerah yang tidak ada sumber air, 1.058 tambatan perhau, 1.557 pasar desa, 628 embung desa dalam tiga bulan belakangan, serta 49.558 drainase saluran irigasi tersier.
 
Menurut Eko, data tersebut merupakan laporan yang disampaikan desa-desa dengan persentase 70 persen data yang masuk dari total keseluruhan desa.
 
Eko mengatakan penyaluran dana desa pada 2016 naik signifikan dibanding 2015. 
 
"Penyaluran dana desa dari pemerintah pusat ke kabupaten meningkat dari 80 persen di 2015 naik menjadi 99 persen lebih. Hanya ada beberapa daerah yang belum bisa dilakukan penyalurannya karena masalah hukum desa tersebut sudah berubah jadi kelurahan," ujar Eko. 
 
Kata Eko, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi melakukan survey dengan metode sampling pada desa di beberapa daerah yang menunjukkan peningkatan di beberapa aspek.
 
"Kami lakukan semacam sensus dengan sampling 449.393 desa.Kenaikan desa tertinggal menjadi desa mandiri dari 0,23 persen sekarang 2 persen, desa maju dari 4,83 persen menjadi 14 persen, desa berkembang 30,66 persen menjadi 45 persen, desa tertinggal turun dari 45,41 persen jadi 32 persen, desa sangat tertinggal dari 18,87 persen menjadi 7 persen," ujarnya. 
 
Kendati demikian, kata Eko, data tersebut hanya merupakan survey dari sampel sejumlah desa. Oleh karena itu dia berharap adanya sensus langsung dari Badan Pusat Statistik untuk mengetahui data pasti.
 
"Kita akan minta BPS lakukan sensus. Kalau ini benar-benar tercapai, berarti target RPJMN kita sampai 2019 sudah tercapai," tandasnya.