Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Cak Imin Minta Tata Kelola Industri Karet Dikuatkan

Berita Utama
Cak Imin Minta Tata Kelola Industri Karet Dikuatkan
PKBNews – HARGA getah karet saat ini terus merangkak turun. Bahkan, hari ini harga karet terpantau bergerak di zona merah di saat nilai tukar yen Jepang melemah, Senin 31 Juli 2017.
 
Untuk pengiriman Desember 2017, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), harga getah karet turun 0,86 persen atau 1,70 poin ke level 195,40 yen per kilogram (kg) pada pukul 08.47 WIB.
 
Sebelumnya, harga getah karet dibuka dengan penguatan 0,51% atau 1,06 poin di posisi 198,10. Sedangkan pada perdagangan pekan lalu, harga karet ditutup menguat 0,31% atau 0,6 poin ke level US$197,10 yen per kg.
 
Gejolak inilah yang memantik semangat Ketua Dewan Pembina DPN Gerbang Tani, Abdul Muhaimin Iskandar untuk memperjuangkan hak petani karet. Dengan merosotnya harga getah, secara otomatis penderitaan petani karet semakin menganga.
 
“Saya akan terus perjuangkan nasib petani karet, karena Sumatera ini menyumbang 30 persen karet secara nasional. Karena itu, tidak boleh petani karet terus merugi dengan anjloknya harga getah,” kata Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar disela silaturrahim bersama ratusan petani Lubuklinggau, Senin (31/7/2017). 
 
Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin ini mengusulkan sejumlah langkah untuk menyelesaikan persoalan tersebut. salah satu diantaranya adalah perbaikan tata kelola industri karet oleh pemerintah harus segera direalisasikan.
 
Cak Imin mengatakan, tata kelola industri karet secara nasional saat ini masih sangat buruk sehingga produksi getah petani tak sepenuhnya dapat dikelola dengan baik dan jaminan kenaikan harga karet jauh dari harapan.
 
Fakta lain yang perlu juga diperhatikan bahwa Indonesia merupakan negara penghasil dan pengekspor karet alam urutan ke 2 (dua) di dunia setelah Thailand. Meskipun produksi karet Indonesia masih dibawah Thailand namun areal karet Indonesia terluas di dunia.
 
Fakta tersebut jelas tak berbanding lurus dengan kondisi yang dialami petani. Karena itu, Cak Imin mengusulkan orientasi ekspor bahan baku sebaiknya ditinjau ulang dan jauh lebih baik dialokasikan untuk bahan jadi dari komoditi karet. Bagi Cak Imin, langkah ini diyakini akan meningkatkan nilai tambah dan kualitas hidup petani bakal semakin baik.
 
“Saya akan sampaikan ke pak Jokowi dan semua menteri terkait agar melakukan penanganan yang cepat, tepat dan terukur agar nasib petani karet segera tertangani,” tandas Cak Imin.