Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Cak Imin: Buat Rempah Nusantara Kembali Mendunia

Berita Headline
Cak Imin: Buat Rempah Nusantara Kembali Mendunia

PKBNews - KETUA Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar mengajak anak-anak muda PKB membuat rempah Indonesia lebih kreatif agar rempah nusantara mendunia. Dekati rakyat agar mengetahui budaya kulinernya.

"Ayo, anak-anak muda PKB kita buat rempah kita lebih kreatif agar rempah nusantara mendunia. Pelajari lebih dalam tentang rempah dan sejarahnya dari semua segi di Indonesia Timur agar PKB lebih hadir di sana," kata pria yang biasa dipanggil Cak Imin itu, Selasa (1/8/2017).

Pria yang baru saja mendapat gelar Syayidul Imam Surya Negara dari Lembaga Penasihat Adat Kota Lubuklingau, Sumatra Selatan itu bersyukur karena semakin marak kalangan membahas kembali secara mendalam sejarah rempah nusantara yang kaya dan beraneka.

"Alhamdulillah makin marak kalangan membahas kembali secara mendalam sejarah rampah nusantara yang kaya beraneka. Ada Kedubes Belanda yang membuka kembali sejarah Banda sebagai 'Heritage For Indonesia' dengan rempahnya. Lalu ada Universitas Indonesia dengan ILUNI-nya membahas sejarah rempah di Banda dalam bentuk film untuk kalangan muda," kata Cak Imin.

Lebih semarak lagi, ujar Cak Imin, tulisan serial Harian Kompas soal jalur rempah yang enak dibaca. Tulisan tersebut mengandung informasi tinggi terkait sejarah nusantara mengenai rempah.

"Masakan Indonesia dari berbagai aneka bumbu rempah se-nusantara adalah simbol kebinekaan Indonesia. Perjalanan sejarah, terpaan sejarah, pergulatan ekonomi , politik bahkan agama mempengaruh ragam masakan nusantara," tuturnya.

Kata Cak Imin, sejarah rempah nusantara di Indonesia Timur sangat terkait dengan perjalanan bangsa Indonesia saat ini. Sejarah rempah Indonesia adalah awal ketertarikan bangsa asing datang ke nusantara hingga terciptanya kolonialisme.

"Banda, Ternate, Jailolo, Bacan dan Maluku tidak boleh dilupakan dalam sejarah kita karena rempahnya," tegasnya.

Lebih jauh Cak Imin menuturkan, sejarah rempah bangsa Indonesia bukan sejarah kering di buku-buku sejarah. Tapi realitas yang harus disajikan sehari-hari seperti kuliner.

"Maraknya 'history reconstructed' soal sejarah rempah nusantara di Indonesia Timur jadi bukti rempah bagian tak terpisahkan dari sejarah kita," ucapnya.

Cak Imin menambahkan, Indonesia negeri paling kaya terkait kekayaan rempahnya di dunia. Tapi kita belum optimal mengembangkannya.

"Sebagai kader PKB kita perjuangkan agar rempah nusantara mendunia dengan membuat standarisasi kuliner Indonesia untuk dunia agar kita lebih dikenal," katanya.

Dia melanjutkan, standarisasi kuliner Indonesia sebagai bentuk menjaga kualitas dan prosedur memasak aneka rempahnya. Bukan penyeragaman.

"Cintai rempah nusantara dan kuliner nusantara agar dunia bisa merasakan dan menikmatinya," tandas Cak Imin.